GKMI
search

7/16/2024

Betty Sang Pengacara

Roma 15:1 - ”Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri”

Tahun 2001, Kenny Waters untuk pertama kalinya dapat menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara selama 19 tahun. Ini dapat terjadi karena perjuangan tak kenal lelah adiknya yang bernama Betty. Tahun 1983 Ken yang dikenal sebagai sosok temperamental dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Massachusetts atas dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Betty menolak keputusan hakim karena yakin kakaknya tak bersalah. Sejak hari itu Betty bertekad menempuh apapun demi membebaskan sang kakak dari penjara.

Namun Betty berpikir, “Apa yang aku, ibu dengan 3 anak & bartender sebuah bar ini bisa lakukan?” Ia ingat Kenny pernah berkata bahwa satu-satunya cara untuk membebaskannya ialah dengan menjadi pengacara. Apa yang kemudian Betty lakukan ? ia benar-benar menjadi mahasiswi dan masuk sekolah hukum. Sekian tahun kemudian Betty lulus kuliah dan menjadi pengacara. Ia mengetahui bahwa hukuman pidana masih dapat dibatalkan dengan uji DNA sehingga ia mengunjungi gedung pengadilan Massachusetts untuk mencari sampel DNA yang pernah jadi bukti di persidangan Ken. Dia sadar adalah kemungkinan kecil untuk bisa menemukannya karena secara prosedur bukti DNA akan dihancurkan setelah 10 tahun. Namun berkat kegigihannya serta bantuan rekan yang menghubungi saksi satu per satu, akhirnya di pengujian selanjutnya terbukti bahwa DNA tersebut bukanlah milik Kenny Waters. Ken dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan setelah 19 tahun mendekam di penjara.

Mungkin kita bertanya bukankah jauh lebih mudah bagi Betty untuk menyewa pengacara daripada harus bersusah payah belajar hukum? Bisa jadi demikian, namun kisah Betty mengajarkan kepada kita akan kekuatan cinta dalam sebuah keluarga yang rela memperjuangkan begitu banyak hal (waktu, tenaga, pemikiran dan dana) demi memperjuangkan keadilan bagi anggota keluarga lainnya. Kisah inspiratif Betty, seorang ibu bartender dengan 3 anak yang menjadi pengacara demi membebaskan sang kakak ini kemudian pada tahun 2010 diangkat ke layar lebar berjudul “Conviction”.

Kekuatan cinta Allah melalui Kristus sudah dinyatakan melalui kematian & kebangkitan-Nya demi mengangkat kita, manusia berdosa menjadi orang-orang yang dibenarkan di hadapan Allah. Maka kita juga perlu menumbuhkan keprihatinan kita dan menyatakan cinta Kristus kepada sesama yang lebih ‘lemah’. Mulailah dari lingkungan keluarga kita, siapa anggota di rumah yang perlu kita beri perhatian & kuatkan. Bisa juga di lingkungan kerja atau gereja. Mungkin pengorbanan kita tidak seekstrim apa yang Betty lakukan bagi Ken, namun dengan kegigihan dan kehadiran kita yang menguatkan, yakinlah bahwa Allah dengan kuasa-Nya sanggup mengangkat dan memulihkan mereka. Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

1 Taw. 22-23


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi peralihan kepemimpinan Nasional pada Oktober 2024 kiranya berjalan dengan baik serta pembangunan berkelanjutan tetap dapat dilaksanakan.

Bagikan

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.