GKMI

1/16/2023

Anugerah Besar dari Tuhan

2 Kor 12:9 - 'Tetapi jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.'

Betapa seringnya kita hanya terfokus memandang keterbatasan dan kekurangan kita. Kita mengeluh atas kelemahan, atas apa yang tidak kita punya dan mengabaikan kelebihan kita, melupakan apa yang kita punya.  Kita merasa percuma dalam berjuang sehingga kita mudah menyerah karena terlalu sibuk memandang segala keterbatasan kita. Padahal, kelemahan kita, ketidak-sanggupan kita, keterbatasan, kekurangan bahkan ketidaklengkapan kita secara fisik sekalipun dapat dipergunakan Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Tuhan mampu memenuhi kita dengan kekuatan yang berasal daripadaNya sehingga dengan segala keterbasan kita, apa yang masih kita punyai tetap bisa dipakai untuk hal-hal yang baik dan luar biasa.

Aplikasi 2 Korintus 12:1-10 bagi kehidupan kita sangat baik. Pertama, kita diajar untuk tidak sombong (12:7). Sebagai orang yang sudah banyak berkorban dalam pelayanan (11:23-29), mendapat penglihatan yang hebat (12:1-6), dan mengadakan berbagai mujizat (12:12) sangat mudah bagi Paulus untuk sombong. Untuk mencegah timbulnya kesombongan dalam diri Paulus,  Tuhan sengaja memberi “duri dalam daging” supaya Paulus tidak sombong (12:7 “supaya aku jangan meninggikan diri” diulang dua kali di awal dan akhir ayat ini).

Kedua, kita diajar untuk memahami konsep anugerah (12:9a). Anugerah Tuhan memang tidak terbatas dan lebih dari cukup untuk semua orang yang pernah ada di dunia ini. Bagaimanapun, hal ini tidak berarti bahwa Allah pasti memberikan apapun yang kita minta atau doakan. Walaupun Paulus sudah berdoa dengan iman dan sungguh-sungguh dengan pokok doa yang positif, hal itu tetap tidak dikabulkan. Jawaban doa bukan sesuatu yang mekanis (minta apa saja pasti diberi). Jawaban doa adalah sebuah anugerah (12:9a “cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”). Walaupun Allah seringkali memberikan anugerah melalui doa anak-anak-Nya, tetapi jawaban doa tetap sebuah anugerah, bukan hak kita.

Ketiga, kita diajar untuk mengalami kuasa Tuhan yang sempurna (12:9b). Kuasa Tuhan selalu sempurna dan tidak terbatas. Jika demikian mengapa Paulus mengatakan “supaya menjadi sempurna?” Yang sedang dipikirkan Paulus bukan kualitas atau keberadaan dari kuasa itu. Ia sedang membicarakan tentang pengalaman kita dengan kuasa tersebut. Ketika kita merasa diri kuat kita tidak akan mengalami kuasa itu secara sempurna, sekalipun kuasa itu diberikan secara penuh. Kita masih berpikir bahwa kekuatan kita turut menentukan keberhasilan kita (1:8-10). Seharusnya kita menyadari bahwa kuasa Allahlah yang bekerja di dalam semua usaha kita.

Sebagai penutup, marilah kita belajar menyadari semua kelemahan kita. Kita akan terus bertumbuh dalam kekuatan, semangat, dan sukacita jika kita terus membangun hubungan dengan Bapa di Surga. Berhentilah berfokus terhadap kelemahan, tetapi maksimalkan terus apa yang ada pada kita. Tuhan mampu memberkati kita secara luar biasa lewat apapun yang ada pada kita hari ini, dan Dia sanggup memakai itu untuk menyatakan anugerah-Nya yang besar atas hidup kita, Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Mat. 11:7-30


Pokok Doa:

1. Mengucap syukur atas pemeliharaan dan berkat Tuhan atas kehidupan setiap pribadi jemaat GKMI Anugerah Jakarta.

Bagikan

Lainnya