GKMI

1/20/2023

Berhentilah Khawatir

1 Petrus 5:7 - “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Dibutuhkan lebih dari tekad kuat untuk berhenti khawatir — Kita tentu tahu itu jika pernah mengalaminya. Kita berpikir, “Saya tidak boleh khawatir dengan hal ini,” tapi nyatanya itu tetap menghantui pikiran kita.

Berikut ini empat langkah untuk membantu kita berhenti khawatir:

1. Kenali Tuhan.

Yesus berkata dalam Matius 6:32, “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Jika kita tidak menjalin hubungan dengan Tuhan, kita akan punya banyak alasan untuk khawatir.

Sebagai orang percaya, kita punya Bapa surgawi yang telah berjanji untuk memelihara kita. Kita adalah anak Allah, dan anak-anak memperoleh hak istimewa. Maka ketika kita khawatir, janganlah bertindak seolah-olah kita tidak mempunyai Bapa yang penuh kasih yang senantiasa menyertai dan ada buat kita.

2. Dahulukan Tuhan dalam setiap bidang kehidupan kita.

Matius 6:31-33 mengatakan, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Setiap kali kita menyingkirkan Tuhan dari pusat hidup kita dan menempatkan hal yang lain di sana—seberapa pun bagusnya itu—kita tetap akan khawatir.

3. Hidup sehari demi sehari.

Alkitab berkata, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).

Bila kita mengkhawatirkan hari esok, maka kita tak dapat menikmati hari ini. Juga, ketika kita selalu mengkhawatirkan hari esok, maka masa depan akan terasa begitu berat. Sebaliknya, Tuhan telah menjanjikan kita kasih karunia dan kekuatan yang kita perlukan saat kita membutuhkannya. Dan sekarang kita hanya memerlukan kekuatan itu untuk menjalani hari ini saja.

4. Percaya bahwa Tuhan peduli.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5: 7).

Bagaimana cara melakukannya? Salah satunya yaitu dengan menghafal janji-janji Tuhan di dalam Alkitab. Janji-Nya ibarat polis asuransi bagi orang percaya. Ketika kita paham bahwa Tuhan peduli, maka kita tak perlu khawatir lagi. Cara lain untuk yakin dengan Tuhan ialah dengan berdoa.

Apa hasil dari melaksanakan ke empat langkah itu? “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).

Jika kita berdoa sebanyak yang kita khawatirkan, maka semakin jauh berkurang kekhawatiran kita.


Pembacaan GEMA hari ini:

Mat. 13:47-14:13


Pokok Doa:

1. Doakan bagi peranan orang-orang Thionghoa di Indonesia agar menjadi saluran berkat bagi pembangunan di Indonesia.

Bagikan

Lainnya