GKMI

11/23/2022

Gagal Maning! Gagal Maning!

Matius 14:28-30 - ”Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam, lalu berteriak: Tuhan, tolonglah aku!”

Jemaat sekalian, ‘gagal maning’ adalah sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti gagal lagi, menggambarkan kehidupan manusia yang menghadapi kegagalan demi kegagalan. Sejarah dunia mengenal Abraham Lincoln sebagai presiden Amerika Serikat yang berhasil karena jasa-jasanya dalam memimpin bangsa Amerika keluar dari Perang Saudara yg berkecamuk pada waktu itu. Ia juga berhasilmempertahankan persatuan bangsa dan menghapuskan perbudakan.

Namun di balik segala keberhasilannya, banyak orang tidak tahu bahwa ia mengalami begitu banyak kegagalan sebelum menjadi presiden. Saya sebutkan beberapa diantaranya:

- tahun 1831, ia mengalami kegagalan dalam bisnis

- tahun 1832, ia gagal menjadi anggota legislatif

- tahun 1833, ia mencoba kembali membangun bisnis namun lagi-lagi ia gagal

- tahun 1843, ia mengajukan diri menjadi anggota kongres namun gagal

- ia mencoba kembali tahun 1848 tapi ia ‘gagal maning, gagal maning’

- tahun 1855 gagal menjadi anggota senat

- tahun 1856 ia gagal menjadi presiden

- tahun 1858 gagal lagi menjadi anggota senat.

Baru pd tahun 1860 ia berhasil menjadi presiden Amerika Serikat ke-16.

Alkitab mencatat rasul Petrus sebagai salah satu diantara ke-12 murid Yesus yang berani dan vokal, termasuk berani mencoba meskipun berulang kali gagal. Perikop yang kita baca hari ini ialah setelah Yesus melakukan mujizat 5 roti dan 2 ikan, Yesus menyuruh para murid untuk naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, ke Tiberias (ay. 22). Kita tahu apa yang kemudian terjadi, tiba-tiba angin topan menghantam kapal yang mereka tumpangi. Para murid, termasuk Petrus mencoba mendayung sekuat tenaga untuk membawa perahu mereka ke seberang, namun mereka gagal. Menurut penelitian, hampir 9 jam Petrus dan kawan-kawan berjuang namun hal itu tidak membuahkan hasil. Dapat dibayangkan keputusasaan yang meliputi mereka ketika itu. Yesus melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal dan Ia hadir untuk memberikan pertolongan (Mrk. 6:49).

Kegagalan kedua dialami oleh Petrus ketika ia minta kepada Tuhan untuk datang kepada-Nya berjalan di atas air (ay. 29). Tentu ini sebuah keberanian yang luar biasa dari Petrus oleh karena tidak ada jaminan bahwa ia akan berhasil melakukan hal yang ‘gila’ tersebut. Namun saya yakin bahwa Ia berani mencobanya karena imannya kepada Yesus muncul ketika iapun melihat Yesus berjalan di atas air. Petrus kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kapal, langkah demi langkah. Namun ketika ia merasakan tiupan angin, ia menjadi takut dan nyaris tenggelam. Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Petrus ini? Bahwa dalam hidup ini kita harus memutuskan akan berjalan dalam ketakutan atau iman. Ketika ketakutan itu lebih menguasai hidup kita, maka iman kepada Tuhan tidak akan bekerja aktif. Sebaliknya, iman kepada Tuhanlah akan menghalau ketakutan.

Seperti halnya Abraham Lincoln atau Petrus, kita harus berani untuk mencoba, meskipun mengalami kegagalan demi kegagalan. Ingatlah bahwa Tuhan melihat kegigihan kita dan Ia mengerti kegundahan kita. Ketika kita terus berani mencoba melakukan hal yang benar, pada waktunya Tuhan akan hadir untuk menolong dan memberikan kita jalan keluar.


Pembacaan GEMA PL hari ini:

Yeh 46


Pokok Doa:

1. Doakan untuk rangkaian kegiatan Natal di gereja kita, C-3: Christmas Connect Celebration, Anugerah Day-Aksos dan Donor darah kiranya dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat.

Bagikan

Lainnya