GKMI

1/19/2023

Kehidupan Keluarga Kristen

Kol 3:18-20 - “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

Salah satu definisi keluarga kristen adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi serta meneladani hidup dan ajaran-ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini dibangun dari pengertian Kristen itu sendiri. Kristen artinya menjadi pengikut Kristus, yang meneladani hidup dan ajaran-ajaran Kristus.

Bagaimanakah bentuk hubungan dalam keluarga? Bagimanakah bentuk hubungan antara suami dan istri, orang tua dengan anak, dan anak dengan orang tua? Untuk mengetahui bentuk hubungan ini dapat dilihat dalam Kolose 3:18-20. Berdasarkan ayat-ayat tersebut bentuk hubungan dalam keluarga adalah sebagai berikut:

1) Suami mengasihi istri dan tidak boleh berlaku kasar pada istrinya

2) Istri tunduk dan taat kepada suami dalam segala hal

3) Orang tua mendidik anak-anak di dalam ajaran dan nasihat Tuhan, serta tidak membangkitkan amarah anak-anaknya

4) Anak-anak menghormati dan menaati orang tuanya.

Dr. Kenneth Chafin dalam bukunya “Is There a Family in the House?” memberi gambaran tentang ciri khas keluarga Kristen dalam beberapa identifikasi, antara lain:

1. Keluarga Kristen merupakan tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih dan rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat  memberi energi, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Yesus Kristus.

2. Keluarga Kristen merupakan tempat untuk mentransfer nilai-nilai Kristus, laboratorium hidup bagi setiap anggota keluarga dan saling belajar hal yang baik.

3. Keluarga Kristen  merupakan tempat munculnya permasalahan dan penyelesaiannya. Tidak ada keluarga yang tidak menghadapi permasalahan hidup. Seringkali permasalahan muncul secara tidak terduga. Misalnya, hubungan suami istri, masalah yang dihadapi anak remaja atau pemuda, dan masalah ekonomi. Namun, keluarga yang membiarkan Kristus memerintah sebagai Tuhan atas hidup mereka pasti dapat menyelesaikan semua permasalahan.

Dari uraian diatas, jelaslah bahwa karakter, tata nilai, dan cara beriman kita muncul dan berkembang dari keluarga tempat dimana kita dibesarkan dan bertumbuh. Selain itu betapa pentingnya kehidupan keluarga yang baik, yang sesuai dengan prinsip Alkitab. Syarat ini diperlukan untuk membentuk generasi yang berkarakter mulia sesuai dengan kehendak Allah. Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Mat. 12:46-13:23


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi jemaat yang sakit dan sedang menjalani pengobatan, kiranya dalam nama Tuhan Yesus mereka sembuh dan pulih.

Bagikan

Lainnya