GKMI

11/18/2022

Memandang Ke Atas

Ibrani 12:2-3 - "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

Merasa lemah, tawar hati dan tidak berdaya seringkali masuk ke dalam hidup kita pada saat kita sedang berada dalam masalah, tekanan atau berada dalam situasi sulit. Hal ini terjadi ketika arah pandangan kita hanya tertuju pada situasi atau keadaan yang sedang kita alami. Akibatnya hati dan pikiran kita terus dihujani dengan hal-hal yang negatif. Kalau pikiran sudah penuh hal-hal negatif, maka tanpa sadar kita sedang berjalan menuju kehancuran.

Jika kita tidak segera menyadari dan tetap memandang ke bawah dan bukan ke atas, maka cepat atau lambat, manusia rohani kita akan kehilangan kekuatannya, karena firman Tuhan tidak dapat bekerja di dalam kita sepenuhnya, terhalang oleh rasa takut, kuatir, cemas dan sebagainya. Bukankah Tuhan Yesus pernah berkata, "Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah." (Mat 13:22). Karena iman kita timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rom 10:17). Yang harus kita lakukan untuk menghentikan reaksi kelemahan yang ada adalah mengarahkan mata kita kepada Tuhan Yesus Kristus, "...yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan," (Ibr 12:2).

Seorang pelari yang berlari di atas lintasan dengan membiarkan kepalanya tertunduk pasti akan dengan mudah dilewati oleh lawan-lawannya, mengapa demikian? Karena menunduk dapat menghambat masuknya udara melalui jalur pernapasan yang bisa mengakibatkan kita cepat merasa lelah. Karena itu tegakkanlah kepala dan pandang terus kepada Tuhan Yesus. Ingatlah selalu akan Tuhan dan firman-Nya. Biarlah pemikiran-Nya menjadi pemikiran kita. Inilah yang dilakukan oleh rasul Paulus: "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2 Kor 10:5b). Palingkan pandangan dari semua situasi atau keadaan di sekitar, dan arahkan mata kepada Sang Sumber kehidupan kita karena Tuhan dapat memelihara hidup kita di segala situasi. "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah."


Pembacaan GEMA PL hari ini:

Yeh 37-38


Pokok Doa:

1. Berdoa utk Kel. Besar Ibu Maria (Ny. Pdm. Hery Sugiyanto) yang telah di tinggal Kakak tercinta pulang kerumah Bapa disorga, kiranya Tuhan Yesus memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bagikan

Lainnya