GKMI

11/28/2022

Mencari Allah Dengan Segenap Hati

2 Tawarikh 26:4-5 - “Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil.”

Masih ingat dengan raja Yehuda yang bernama Uzia ? Ia dilantik menjadi raja Yehuda menggantikan Amazia, ayahnya ketika usianya masih remaja, 16 tahun. Namun bukan usianya yang menarik perhatian saya, melainkan lika-liku perjalanan hidupnya. Dia memulai perjalanan ‘kariernya’ sebagai raja dengan mengesankan, karena ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tetapi seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya (ay. 4). Uzia mencari Allah selama hidup Zakharia (imam pada waktu itu) yang mengajarinya takut akan Allah (ay. 5a). Hal inilah yang menyebabkan selama ia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Apa yang bisa kita pelajari dari hidup Uzia ? Dari kedua ayat di atas, kita bisa melihat bahwa meskipun Uzia adalah seorang raja, namun ia tetap mau belajar dari pendahulunya, juga imam Zakharia yang menjadi ‘mentor’nya. Kita mengerti bahwa sikap hati ‘mencari Tuhan’-lah yang membuat segala usahanya berhasil. Uzia adalah penggenapan dari ciri orang benar di Mazmur 1:3, “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mencari Tuhan artinya adalah senantiasa memautkan hatinya kepada Tuhan, meminta petunjuk Tuhan dalam pengambilan keputusan, dan melaksanakan sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan.

Sayang disayangkan, di akhir kehidupannya ia menjadi pribadi yang berbeda. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi sombong oleh karena segala jasa-jasa yang telah ia lakukan semasa hidupnya. Ia melakukan hal yang fatal dengan membakar ukupan kepada Tuhan yang hanya boleh dilakukan oleh imam. Inilah natur manusia, ketika sudah berada di posisi yang tinggi lebih dari yang lain, ia akan memandang rendah orang yang ada di bawahnya. Ia lupa bahwa masih ada Pribadi TUHAN yang seharusnya ia hormati dan memang pernah ia hormati pada masa mudanya. Akibatnya, Tuhan memberikan tulah berupa penyakit kusta pada dahinya yang mengakibatkan ia harus dikucilkan, tinggal di rumah pengasingan sampai pada hari matinya (2 Taw. 26:16-21).

Menyedihkan bukan ? apa yang sudah ia bangun dari masa mudanya dengan cucuran keringat, dalam sekejap diambil dari padanya. Mengapa ia bisa berubah, mungkin saja karena seperti ayahnya ia tidak mencari Tuhan dengan segenap hati sehingga ketika Zakharia, mentornya sudah tidak ada disampingnya ia tidak lagi mencari Tuhan. Mari kita mencari Tuhan dengan segenap hati, jangan sombong dan terus berfokus kepada Tuhan, bangun intimacy dengan Tuhan melalui waktu pribadi dengan-Nya. Bangun diri kita dengan mentor, kakak rohani yang mensupport dan sadarilah bahwa keberhasilan yang kita raih adalah dari Tuhan selama kita belajar hidup berkenan kepada-Nya. Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Dan 3


Pokok Doa:

1. Doakan untuk acara Christmas Connect Celebration pada hari Minggu, 27 Nov 2022, kiranya setiap kita berpartisipasi dan merayakan kehidupan kita bersama sebagai komunitas GKMI Anugerah.

Bagikan

Lainnya