GKMI

11/28/2022

Nyanyian Pujian Maria 1

Lukas 1:46-55

Shalom, Sdr/i. Mulai hari ini sampai Sabtu nanti kita akan merenungkan nyanyian pujian Maria. Hari ini, kita melihat bagian pembukaan dari nyanyian ini. Menarik bahwa pembukaan nyanyian ini sangat mirip dengan nyanyian Hana dalam 1 Samuel 2:1-10 dan beberapa bagian Mazmur. Bagaimana mungkin Maria begitu menghayati Firman Tuhan? Kalau kita pikir-pikir, seperti wanita pada umumnya pada zaman itu, Maria kemungkinan berusia 13-15 tahun ketika ia bertunangan dengan Yusuf. Tampaknya, dia juga tidak memiliki pendidikan formal, sama seperti wanita Yahudi lainnya. Dari persembahannya berupa burung merpati di bait Allah, hampir bisa dipastikan dia berasal dari keluarga yang pas-pasan. Meski demikian, usia muda, latar belakang pendidikan, dan latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang baginya untuk datang ke rumah ibadah untuk mendengar pembacaan Kitab Suci. Dia bahkan menyimak dan merenungkannya. Dengan demikian, Firman Tuhan menjadi bensin rohani yang menggerakkan hidupnya. Ketika ia menerima berita dari malaikat Gabriel, ia merespons dengan ketaatan dan dengan pujian yang sangat mirip dengan nyanyian-nyanyian dalam Kitab Suci.

Berkaitan dengan kisah Maria, saya juga bukan berasal dari keluarga kaya yang mampu mempersembahkan jauh lebih besar untuk Tuhan. Namun, dengan segala keterbatasan yang saya miliki tidak menjadi penghalang bagi saya untuk mengambil bagian dalam pelayanan dan taat melayani Tuhan hingga saat ini. Talenta dan kemampuan yang sudah Tuhan percayakan, saya kembangkan dan persembahkan untuk memuliakan nama-Nya. Terlebih sedari kecil saya sudah melihat teladan dari orang tua yang aktif melayani Tuhan, serta menjaga relasi hidupnya dengan Tuhan melalui pembacaan Firman Tuhan. Di kala saya menghadapi godaan & kejenuhan dalam pelayanan, saya dikuatkan oleh Firman Tuhan dalam Roma 12:1 yang berbunyi demikian “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”.

Bagaimana dengan Sdr/i sekalian? Sudahkah Firman Tuhan menjadi bensin bagi kerohanian kita? Kiranya Firman Tuhan boleh menjadi energi yang menggerakkan setiap bagian kehidupan kita. Amin. Tuhan memberkati.


Pembacaan GEMA hari ini:

Dan 5


Pokok Doa:

1. Doakan untuk Majelis terpilih 2023-2025 yang akan menyusun program pelayanan kiranya di dalam Tuhan Yesus mereka diberikan hikmat dan kekuatan.

Bagikan

Lainnya