GKMI
search

1/20/2023

Penopang Kehidupan

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1Taw. 4:9-10)

Doa Yabes ditemukan dalam 1 Taw 4:9-10, catatan sejarah di dalam sebuah silsilah: Kitab 1 Tawarikh menceritakan silsilah dan juga sejarah kerajaan Yehuda. Kitab ini kemungkinan besar ditulis oleh Ezra kepada orang-orang Yehuda yang telah kembali dari pembuangan di Babel. Alkitab mencatat bahwa pada abad ke-6 S.M., Yerusalem dihancurkan oleh kerajaan Babel. Selama 70 tahun, banyak warga Yehuda ditawan dan hidup di tanah pembuangan. Setelah kembali dari Babel, keadaan rohani mereka sangat terpuruk. Sebagai umat pilihan, mereka diliputi perasaan cemas apakah janji-janji Tuhan kepada nenek moyang mereka masih tetap berlaku.

Di tengah keadaan seperti itu, lahirlah seorang laki-laki bernama Yabes. Dinamai Ibunya, 'Yabes' (yang berarti 'kesakitan' atau 'penyebab kesakitan') karena ibunya melahirkan dia dengan penuh kesakitan.  Sebagaimana kebiasaan orang-orang Yahudi pada masa itu yang memberi nama sesuai dengan keadaan yang dibayangkan, mungkin ibunya merasa bahwa masa depan Yabes akan penuh dengan kesengsaraan.

Dalam doanya, Yabes berseru kepada Allah memohon perlindungan dan berkat. Seakan menggunakan permainan kata, Yabes, ‘orang yang menyebabkan kesakitan,' meminta Allah agar menjauhkan dia dari kesakitan sebagaimana dia dinamai dan diingat oleh orang-orang.

Doa Yabes terdiri dari 3 bagian besar, yaitu:

1.Yabes berseru kepada Allah (Berharap Kepada Allah)

2.Yabes meminta Allah untuk memberkatinya & memperluas daerahnya (Perkenanan Allah)

3.Yabes berdoa kiranya tangan Allah menyertai  & melindunginya dari malapetaka & kesakitan (Perlindungan Allah)

Jika dibaca sekilas, doa Yabes seolah-olah adalah doa untuk mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan semata.  Namun sesungguhnya adalah suatu seruan yang tulus agar dapat menjadi berkat dan berguna bagi sesama manusia sehingga nats ini ditutup dengan kalimat “Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.”

Kesederhanaan doa Yabes tidak berarti doa adalah perkara yang sederhana. Doa tidak pernah sederhana karena Allah, kepada siapa Yabes berdoa, adalah “Allah Israel.” Dalam doanya, Yabes menyapa dengan sebutan “Allah Israel,” sekaligus menggambarkan pengenalannya akan Allah nenek moyangnya, Allah yang dapat melakukan intervensi dalam sejarah hidup umat-Nya, Allah yang hidup dan berkuasa.

Mari jadikan doa sebagai penopang kehidupan kita. Bukan untuk meminta berkat jasmani secara berlebih, tetapi untuk meminta penyertaan Tuhan. Jangan salah paham, Tuhan tidak melarang kita untuk meminta berkat jasmani. Tetapi, jangan memintanya secara berlebihan.

Tuhan Yesus telah memberi teladan dalam Doa Bapa Kami, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Mat. 6:11). Perhatikan kata-kata “yang secukupnya.” Yakobus juga mengingatkan untuk tidak meminta hal-hal yang hanya akan dihabiskan menurut hawa nafsu kita. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” (Yak. 4:3).

Mari jadikan doa Yabes sebagai pengingat untuk tetap bersandar pada Tuhan di tengah kesulitan hidup, bukan sebagai “mantra” untuk mendapatkan berkat jasmani yang berlebih! Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Mat. 13:24-46


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi Kesatuan hati jemaat dan simpatisan GKMI Anugerah untuk terus memiliki kerinduan serta kesetiaan beribadah kepada Tuhan.

Bagikan

Lainnya

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah.