GKMI

11/22/2022

Retakan Kecil, Segera Perbaiki

Amsal 17:14 - “Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.”

Kita tentu mengenal istilah bendungan bukan? Sebuah kolam besar yang sengaja dirancang untuk membendung sekaligus menampung air dari dataran tinggi atau air hujan supaya daerah yang lebih rendah tidak mengalami kebanjiran. Air tersebut bisa juga dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik, irigasi sawah, kebutuhan rumah tangga, dan lain sebagainya. Semakin besar volume air yang dibendung, diperlukan dinding penahan yang semakin kuat. Sistem tanggul yang lebih mudah kita jumpai di kota besar prinsipnya juga sama. Jika tanggul ini jebol, maka daerah di bawahnya akan kebanjiran.

Mengapa sebuah bendungan atau tanggul yang memiliki dinding kokoh masih bisa jebol ? rupanya bukan karena hantaman benda keras namun justru dimulai dari adanya retakan kecil yang karena tekanan besar dari dalam akan membuat air merembes keluar. Jika tetesan kecil ini tidak segera diperbaiki, bukan mustahil yang keluar adalah air bah.

Amsal menggambarkan memulai pertengkaran ibarat membuka jalan air, dalam versi NIV memakai istilah, “… breaching a dam.” (merusak bendungan).  Pertengkaran yang diakibatkan oleh hal sepele yang cenderung kita abaikan: lupa mematikan lampu, melemparkan kaos kaki dan baju yang baru saja digunakan tanpa mau merapikannya, tidak memberitahukan kemana akan pergi, jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan akan berubah wujud menjadi ‘air bah’ yang sulit dibendung. Apalagi ketika dibumbui oleh kata-kata yang menohok, muka sinis dari lawan bicara, gestur tubuh yang merendahkan bisa mengakibatkan emosi terpancing sehingga pertengkaran tak terhindarkan.

Dalam situasi seperti itu, apa yang perlu kita lakukan ? Firman Tuhan mengajarkan, “… undurlah sebelum perbantahan dimulai.” Hal ini bukan berarti kita harus menghindar  dan meninggalkan orang tersebut dalam keadaan panas hati. Ketika  ketegangan mulai naik, nada bicara mulai meninggi, jangan terpancing meladeni. Turunkan nada kita dan mulai kenali situasinya. Jika memang kita yang salah, segeralah minta maaf. Jika dia yang memulai pertengkaran, bicaralah dengan lembut dan tanyakan, “Mengapa kamu marah? Jadi, apa yang kamu mau?” Ketika retakan air itu ditangani dengan baik, niscaya pertengkaran dapat terhindarkan.

Ketika Tuhan Yesus menjawab dengan benar pertanyaan dari seorang Imam Besar, dan penjaga yang ada di dekat-Nya menampar-Nya, apa respon-Nya? “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkan salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (Yoh. 18:23). Inilah jawaban yang luar biasa dari Tuhan. Ia sudah menjawab dengan benar, meskipun jawaban itu dianggap menyinggung Iman Besar sehingga ketika sang penjaga memulai pertengkaran, Ia merespon dengan tepat. Ketika kita ada dalam sebuah pertengkaran, jangan lari dan membiarkan retakan kecil itu. Perbaikilah, undurlah agar kita dapat memberikan jawaban yang tepat sehingga  bendungan itu utuh kembali. Amin.


Pembacaan GEMA PL hari ini:

Yeh 44-45


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi daerah Cianjur yang mengalami bencana gempa bumi, kiranya Tuhan Yesus menolong penanganan korban dan kebutuhan yang diperlukan.

Bagikan

Lainnya