GKMI

11/21/2022

Sendiri, Namun Tak Kesepian

Mazmur 139:7 - ”Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu ?"

Di tengah masa pandemi seperti saat ini dengan berbagai pembatasan sosial seolah memaksa banyak di antara kita untuk melakukan aktifitas kita sendirian. Belum lagi bagi anda yang pernah terpapar Covid, pengalaman isolasi mandiri selama 14 hari tanpa sentuhan dengan orang-orang yang kita kasihi sungguh tidaklah mudah. Atau, barangkali kita sehat dan tidak sendirian, kita memiliki komunitas di rumah, komunitas di kantor, namun demikian kita tetap merasa sendirian dan kesepian. Tidak ada orang yang mau bercengkerama dengan kita, masing2 sibuk dengan urusannya sendiri, sibuk dengan gadgetnya.

Merasa kesepian menjadi masalah yang serius dihadapi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Sebuah survey yang diadakan oleh komunitas Into the Light bekerja sama dengan Change.org terhadap 5211 partisipan dari berbagai golongan usia, jenis kelamin, pendidikan yang tersebar di pulau Jawa ini ingin mengetahui kondisi kejiwaan masyarakat Indonesia selama 30 hari, antara bulan Mei s/d Juni 2021. Salah satu pertanyaannya adalah, “Apakah dalam sebulan terakhir anda mengalami kesepian ?” Hasilnya sungguh mengejutkan, sebanyak 98% partisipan menjawab “Ya” (hanya 2% yg tidak mengalami kesepian). Hal lain lagi, sebanyak 2 dari 5 partisipan (40%) memiliki pemikiran untuk melukai diri sendiri maupun berpikir untuk bunuh diri. Menyedihkan bukan ?

Apakah anda juga mengalami kesepian akhir-akhir ini ? Jika pertanyaan yang sama disodorkan kepada anda, apakah kita termasuk yang 98% atau 2% ? Saya membawa kabar baik untuk kita semua. Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang Maha Hadir dan Maha Tahu. Ia bersama kita dimanapun kita berada dan Ia mengetahui apa yang sedang kita hadapi. Inilah pengakuan dan iman pemazmur Daud di hadapan Tuhan. Ia sadar tidak dapat menjauhi Roh Tuhan dimanapun ia berada, kemanapun ia pergi. Sebagian orang Kristen beranggapan Tuhan hadir dalam kehidupan mereka hanya ketika berdoa atau melakukan aktifitas yang dianggap “rohani”. Namun sesungguhnya ketika kita berbuat dosa di tempat tersembunyi sekalipun Allah ada di sana dan ia mengetahui dosa yang kita lakukan. Jangan bersembunyi seperti yang Adam dan Hawa coba lakukan di taman Eden.

Ketika kita merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah ada bersama kita. Ketika pergumulan sedang kita alami, jangan menjauh atau bahkan mencoba bersembunyi. Datanglah kepada Allah setiap waktu dalam doa, bangun relasi dengan Tuhan setiap hari. Teruslah melatih kesadaran diri kita akan kehadiran Tuhan. Ia ada di suka duka kita. Ia mengerti bahasa tetesan air mata meskipun tidak ada satupun kata yang terucap dari mulut kita. Meskipun orang di sekeliling kita tidak mengerti dan tidak peduli dengan kehadiran kita, Tuhan Maha Hadir & Ia Maha Tahu. Sendirian ? bersama Tuhan kita tidak akan kesepian.


Pembacaan GEMA PL hari ini:

Yeh 42-43


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi persiapan hati kita untuk menyambut Natal, kiranya Tuhan Yesus terus menghangatkan dan menyegarkan hati kita dengan firman-Nya supaya sukacita dan antusiasme Kristus terpancar dari hidup kita.

Bagikan

Lainnya