7/28/2025
Aku Dimiliki
Mazmur 27:10 - "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku."
Seorang wanita paruh baya, sebutlah namanya Maria, berbagi kisah hidupnya kepada teman – teman komselnya, "Ketika saya masih kecil orang tua saya meninggal dan saya dimasukkan ke panti asuhan. Saya sama sekali tidak cantik dan sepertinya tidak ada yang menginginkan saya. Sejak dulu saya sangat ingin diadopsi dan dicintai oleh sebuah keluarga. Saya memikirkannya siang dan malam. Saya berusaha keras menyenangkan orang-orang yang datang supaya memperhatikan saya namun selalu saja gagal."
"Sampai suatu ketika kepala panti asuhan memberi tahu saya bahwa ada sebuah keluarga yang akan datang untuk membawa saya pulang bersama mereka. Saya begitu gembira hingga saya melompat-lompat dan menangis seperti bayi. Meskipun kepala panti mengingatkan bahwa saya sedang dalam masa uji coba dan kemungkinan ini hanya sementara, namun saya tahu bahwa semuanya akan berhasil."
"Jadi saya pergi bersama keluarga ini dan mulai bersekolah. Saat itu saya merasa sebagai gadis kecil yang paling bahagia dan masa depan terbuka bagi saya. Namun, beberapa bulan kemudian ketika suatu hari saya pulang dari sekolah dan masuk ke dalam rumah, pintu depan rumah itu terkunci. Saya mencoba memanggil, tak ada yang menyahut. Tak ada seorangpun di sana. Yang ada adalah koper saya yang usang dengan mantel kecil saya di atasnya. Hari itu saya sadar apa yang terjadi, saya tidak lagi diterima di keluarga ini. Dan tahukah kalian berapa kali saya mengalami hal ini? Tujuh kali! Tapi justru pengalaman-pengalaman seperti inilah yang akhirnya membawa saya kepada Tuhan Yesus. Di dalam Dialah saya menemukan apa yang selalu saya dambakan: sebuah tempat, rasa memiliki, sebuah keluarga abadi."
Kisah Maria di atas sesuai dengan pernyataan pemazmur Daud yang mengajarkan kepada kita tentang kebutuhan manusia yang mendalam akan kasih sayang dan rasa memiliki. Ayat ini mengakui bahwa hubungan duniawi, bahkan hubungan terdekat seperti hubungan dengan orang tua bisa saja gagal atau mengecewakan kita. Namun, ayat ini juga menyoroti kebenaran yang melampaui batasan duniawi, yakni kasih Allah itu teguh dan abadi. Dia adalah Bapa yang tidak pernah meninggalkan atau menelantarkan kita, anak-anak-Nya.
Oleh karenanya, biarlah ayat ini sebagai pengingat akan kehadiran Tuhan yang tak pernah pudar dalam hidup kita. Jika kita pernah merasakan sakitnya ditinggalkan atau sendirian, ingatlah bahwa kasih Tuhan adalah kekuatan yang tak tergoyahkan. Dia siap menerima, menghibur dan melindungi kita di saat-saat sulit. Oleh karenanya, mari beristirahat dalam kasih-Nya dan percayalah bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
Pembacaan GEMA hari ini:
Roma 11:13-36
Pokok Doa:
1. Berdoa kiranya Tuhan menguatkan dan menopang kehidupan setiap keluarga jemaat, tetap sehat, sukacita untuk selalu bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih.
Bagikan
Lainnya
Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah
Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.