3/11/2025
Awalnya Membingungkan Namun...
Kejadian 43–45 - “Lalu Firaun berkata kepada Yusuf: Katakanlah kepada saudara-saudaramu, kembalilah ke tanah Kanaan, dan bawalah ayahmu dan seisi rumahmu, dan datanglah kepadaku, dan aku akan memberikan kepadamu yang terbaik dari tanah Mesir, dan kamu boleh makan lemaknya'” (Kej. 45:17-18)
Kata-kata dari Kitab Suci ini akan mengejutkan Anda. Bagaimana mungkin anak yang telah dijual kepada orang asing oleh saudara-saudaranya, bisa naik jadi penguasa? Dan mengapa seorang penguasa Mesir peduli dengan seorang pria tua dan anaknya laki-laki? Kisah ini berlanjut ke tempat yang tidak Anda duga.
Yusuf sekarang menjadi orang kedua di Mesir dan telah mengawasi penyimpanan begitu banyak makanan dan biji-bijian sehingga jumlahnya tidak dapat lagi diukur. Kelaparan telah melanda seluruh wilayah yang sekarang kita sebut sebagai Timur Tengah. Tetapi karena pekerjaan Yusuf, Mesir menjadi kaya dengan makanan. Ketika Firaun mendengar saudara-saudara Yusuf ada di Mesir, dia menyuruh Yusuf untuk menyuruh mereka pulang untuk membawa kembali ayah dan keluarga mereka. Firaun akan menyediakan segala sesuatu yang mereka butuhkan. Apa yang sedang terjadi di sini? Ini lebih dari sekedar cerita tentang saudara-saudara yang jahat dan Yusuf yang berhasil naik ke tampuk kekuasaan di Mesir. Ini adalah kisah tentang kuasa Allah.
Allah itu berkuasa dan setia kepada perjanjian-Nya. Allah tidak akan pernah membiarkan apa pun menghalangi apa yang telah Dia janjikan. Namun demikian ingat cara yang Ia pilih untuk menggenapi janji-janji-Nya yang agung dan berharga sering kali membingungkan dan mengejutkan. Tidak seorang pun akan mengira bahwa menjual Yusuf ke dalam perbudakan akan menjadi langkah pertama dalam rencana Allah yang berdaulat untuk memelihara umat perjanjian-Nya.
Tanpa tempat Yusuf di Mesir, Israel dan anak-anaknya kemungkinan besar akan mati dalam kemiskinan dan kelaparan di Kanaan, dan garis keturunan Abraham tidak akan ada lagi. Tidak akan ada keturunan yang banyak jumlahnya, seperti bintang-bintang di langit. Tidak akan ada bangsa Israel. Tidak akan ada Raja Daud. Tidak akan ada garis keturunan Mesias yang lahir di Betlehem. Tidak akan ada Yesus, yang menolak godaan dan menjalani kehidupan yang benar secara sempurna. Tidak akan ada Anak Domba yang sempurna untuk dikorbankan di di kayu salib. Tidak akan ada kebangkitan yang penuh kemenangan. Tidak akan ada pengampunan, tidak ada kasih karunia pengangkatan anak, tidak ada kasih karunia pengubahan, tidak ada gereja, dst.
Meskipun awalnya terlihat sangat membingungkan karena Allah menulis kisah hidup Yusuf yang penuh masalah. Untuk itulah sekarang kita paham mengapa butuh Yesus dan karya penyelamatan-Nya untuk bekerja atas nama kita. Allah sangat setia kepada perjanjian-Nya, memelihara garis keturunan Abraham, sampai kepada Yesus, yang akan datang dan menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kita tidak akan pernah bisa memahami kisah ini sampai kita memulainya dengan kuasa, kehadiran, kesetiaan, dan kasih karunia Allah, sebagaimana Kristus sudah nyatakan. Janji-janji Allah adalah benar dan dapat dipercaya, sebab Dia yang membuat janji-janji itu sangat setia sepanjang waktu dan dalam segala hal. Percayalah kepada kabar baik ini. Amin.
Pembacaan GEMA hari ini:
Markus 16:1-20
Pokok Doa:
1. Doakan pemerintah khususnya penegakan hukum kasus korupsi agar berkeadilan dan menimbulkan efek jera
Bagikan
Lainnya
Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah
Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.