3/14/2025
Gembala Kehidupan
Kejadian 48–50
Saya sangat diberkati bagaimana Allah dalam firman-Nya mengundang kita untuk melihat dan menguping beberapa saat yang paling intim, berharga, dan kudus dalam kehidupan manusia. Allah melakukan hal ini untuk mengingatkan akan kelemahan, keterbatasan, dan kebutuhan kita sekaligus bagaimana berkat-berkat kehadiran, kuasa, dan kasih-Nya yang diberikan kepada kita.
Kita menemukan salah satu dari peristiwa-peristiwa penting ini di akhir kehidupan Yakub. Dia sudah tua, buta, dan lemah, secara harfiah berada di ambang pintu kematian. Tetapi dengan rencana dan kasih karunia Allah, Yakub tidak hanya dipertemukan kembali dengan anak yang telah lama hilang. Yusuf, anak yang ia pikir tidak akan pernah ia temui lagi, tetapi ia telah bertemu dengan cucu-cucu yang ia tidak ketahui sebelumnya. Saya tidak dapat membayangkan ada mata yang kering di ruangan itu. Ini lebih dari sekadar reuni keluarga. Ini adalah momen dan berkat ilahi (Kej. 48). Momen keluarga yang mengharukan ini menjadi sebuah momen penuh penyembahan, doa, dan penyerahan berkat.
Bagi Yakub, hanya ada satu rangkuman dari kehidupan yang luar biasa, penuh berkat, penuh masalah, penuh kesedihan sekaligus sukacita tertinggi. Pernyataan terakhirnya yang mengatakan: “Allah telah menjadi gembalaku seumur hidupku sampai hari ini” (Kej. 48:15) sungguh dalam. Yakub tidak mengatakan: “Lihatlah betapa bijaksana dan suksesnya aku. Lihatlah kekayaan yang telah saya peroleh. Lihatlah keluarga besar yang telah saya besarkan.” Tidak, dalam masa-masa terakhirnya yang lemah, Yakub tertuju pada batu penjaminnya dan pengharapannya sepanjang hidup yaitu pemeliharaan Sang Gembala Hidupnya yaitu Tuhan. Melewati semua masa-masa ketakutan dan kesedihan, saat penuh harapan dan sukacita, dengan konstan Yakub menyatakan: Tuhan adalah Gembalaku! Di Dalam-Nya Yakub telah menemukan segala sesuatu yang ia perlukan.
Sama dengan hidup kita. Tak dapat disangkal hidup kita ini merupakan kombinasi kesedihan dan sukacita, keberanian dan ketakutan. Namun demikian di akhir perjalanan kita, kita akan melihat kembali ke semua gunung dan lembah dan hanya ada satu hal yang selalu ada di sana: pemeliharaan dari Gembala kehidupan kita Yesus Kristus. Keyakinan inilah yang akan membuat kita akan beristirahat dengan tenang dan damai sejahtera. Implikasi kebenaran ini bagi kita hari ini: Jika Anda adalah anak Allah, tidak ada yang lebih konstan dan penting dalam hidup Anda selain daripada pemeliharaan Sang Gembala Kehidupan Yesus Kristus. Percayalah kepada kabar baik ini! Amin
Pembacaan GEMA hari ini:
Lukas 1:26-56
Pokok Doa:
1. Doakan bagi murid-murid Grace Elderly School kiranya makin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus serta menjadi berkat.
Bagikan
Lainnya
Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah
Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.