GKMI
search

9/9/2023

Iman dan Perbuatan

Yakobus 2:14-16

Bapak/ibu bayangkan satu kisah ini ada seorang pemuda, orang percaya, takut sama Tuhan dia pindah ke suatu kota yang baru di lingkungan yang baru, pemuda yang percaya Tuhan ini tiap hari di rumah terus, hari minggu pun dia di rumah saja, tidak ke gereja, tidak berkomunitas, dll. Apakah orang-orang di sekitarnya akan tahu bahwa ia orang Kristen yang takut akan Tuhan? Apakah orang sekitarnya akan tahu bahwa dia adalah orang yang percaya kepada Tuhan? Tentu tidak karena dia tidak menunjukkan kehidupan sebagai orang Kristen sebagai orang yang percaya.

Bapak/ibu, Yakobus dalam suratnya yang ditujukan kepada 12 suku perantau untuk dapat menunjukkan buah dari iman mereka, mereka sebagai orang percaya yang berada di tempat perantauan harus menunjukkan sikap hidup mereka sebagai orang percaya. Itulah sebabnya Yakobus mengatakan iman tanpa perbuatan adalah mati.

Yakobus 2:14-26, bagian firman Tuhan ini seringkali disalah artikan bahwa “dengan perbuatan kita, kita dapat dibenarkan Allah” seolah-olah perbuatan dan tindakan kita mempengaruhi keselamatan kita. Tapi saya percaya kita tahu bahwa tidak ada perbuatan sekecil apapun yang dapat menyelamatkan kita. Karena kita diselamatkan hanya karena kasih karunia Allah.

Saudara-saudara, ada ilustrasi yang diberikan Yakobus dalam suratnya ayat 15 dan 18.  Ada orang yang tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan tetapi engkau berkata pergi dengan tidak kepanasan dan makan sampai kenyang, tetapi orang yang berkata ini tidak menolongnya. Hal inilah yang membuat Yakobus keberatan dengan iman seseorang, memiliki kata-kata yang saleh, yang menguatkan yang mempunyai harapan tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan oleh orang tersebut. Sehingga menjadi pertanyaan apa gunanya imanmu itu? Bagian ini Yakobus berharap bahwa iman orang berkata itu mengarah pada tindakan menolong orang susah tersebut bukan omong kosong belaka sehingga Yakobus mengambil kesimpulan yang keras bahwa “iman tanpa perbuatan hakekatnya mati”.

Kemudian Yakobus kembali memberikan contoh yang sangat nyata yaitu persembahan Ishak oleh Abraham yang membuktikan ketaatan tertinggi yang dilakukan atas dasar iman. Untuk membuktikan iman Abraham kepercayaan Abraham apa yang dilakukan olehnya? taat kepada Allah melakukan perintah Allah (kejadian 22) Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan jauh sebelum Abraham mempersembahkan Ishak, Abraham sudah dibenarkan oleh Allah dan Allah tahu bahwa Abraham percaya kepada-Nya namun untuk membuktikan iman Abraham agar semua orang tahu ada tindakan dilakukan sebagai bukti iman tersebut.

Oleh sebab itu bapak/ibu saudara yang diberkati Tuhan, mari kita sama-sama sebagai orang percaya yang beriman kepada Yesus Kristus, marilah kita menunjukkan iman kita dengan meneladani Kristus dengan cara mengasihi sesama, menjadi berkat bagi sesama, rendah hati dan tidak sombong dan kehidupan kita seturut kehendak firman Tuhan.

Amin, Tuhan memberkati kita dengan firman-Nya. Soli Deo Gloria.


Pembacaan GEMA hari ini:

2 Kor. 10:1-11:15


Pokok Doa:

1. Berdoa kiranya setiap kita memandang Kristus dan mengimani apa yang Kristus katakan tentang kita dalam mengatasi penyembahan berhala pengakuan yang dapat saja menjangkiti kita.

Bagikan

Lainnya

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.