GKMI
search

3/14/2025

Jeritan yang Didengar!

Keluaran 1–3

Bangsa Israel di Mesir mengalami penindasan yang mengerikan. Mereka tidak hanya mengalami perlakuan kasar sebagai budak, tetapi juga genosida yaitu pemusnahan setiap bayi laki-laki yang lahir dari seorang ibu Ibrani. Sulit untuk membayangkan pemandangan setelah bayi laki-laki yang baru lahir direnggut paksa dari tangan seorang ibu yang memohon lalu dilemparkan ke sungai Nil untuk ditenggelamkan (Kel. 1:15-22). Inilah gambaran kehidupan yang telah jatuh dan ternoda oleh dosa. Begitu hitam, brutal, penuh kesedihan dan ketidakberdayaan.

Alkitab dengan jujurnya menjelaskan tentang kehidupan di dunia yang sudah rusak ini. Alkitab menggambarkan dengan jelas bagaimana ketidakmanusiawian yang gelap, kesedihan yang mendalam, dan tangisan minta tolong. Disinilah kita butuh anugerah Allah. Anugerah Allah yang mengintervensi kegelapan menjadi terang benderang.

Ketika Anda membaca ayat-ayat seperti Keluaran 1-3, Anda berpikir bahwa tidak ada harapan kecuali jika Allah bertindak dalam belas kasihan untuk menghancurkan kejahatan. Kematian semua bayi yang tak berdaya ini berteriak untuk kematian yang lain, yaitu satu kematian di atas kayu salib.  Awal mula Keluaran memberitakan dengan kuat kepada kita tentang perlunya Juruselamat yang akan mengalahkan dosa dan maut untuk selamanya.

Pada saat yang gelap ini, ketika tampaknya tidak ada lagi harapan bagi anak-anak Allah. Namun mercusuar pengharapan tetap bersinar. Terang kehadiran Allah menyinari anak-anak Israel. Tentu saja mereka bertanya-tanya di manakah Allah berada. Apakah Dia mendengar tangisan mereka, apakah Dia mengingat janji-janji-Nya, dan apakah Dia cukup peduli untuk melakukan sesuatu? Meski tampaknya Dia tidak hadir. Ia tidak mengabaikan mereka. Dia tidak melupakan janji-janji-Nya.

Kata-kata dari Keluaran 2:24-25 berdering menjadi harapan yang sama besarnya bagi kita hari ini. Seperti halnya masa-masa kegelapan ribuan tahun yang lalu, Dia adalah Allah yang sama. Keamanan umat saat dalam kesulitan adalah keamanan kita dalam kesulitan hari ini. Kalimat: “Dan Allah mendengar rintihan mereka, lalu Allah teringat akan perjanjianNya dengan Abraham, dengan Ishak dan Yakub. Allah melihat orang Israel - dan Allah tahu” (Kel. 2:24-25).

Allah tidak membiarkan umat-Nya sendirian dalam trauma ini. Mereka tidak ditinggalkan. Allah mendengar. Allah mengingat dan Tuhan akan bertindak dengan perkasa, penuh kekuatan untuk menyelamatkan. Ingatkan diri Anda hari ini, saat menghadapi konsekuensi kehidupan dalam dunia yang telah jatuh: Allah mendengar, Allah mengingat, Allah melihat, dan Allah tahu.

Pengharapan di saat terdalam, tergelap, dan paling sendirian, adalah keyakinan Anda tidak sendirian. Telinga Allah selalu memperhatikan tangisanmu, dan Dia mengawasimu dengan mata yang penuh belas kasihan.Tidak ada yang lebih menghibur daripada mengetahui Tuhan mengawasi umat-Nya dan mendengar jeritanmu. Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Lukas 1:57-80


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi tema pelayanan 2025 yaitu Gospel Renewal (Pembaharuan Injil) dialami oleh setiap pribadi jemaat GKMI Anugerah serta membawa dampak dalam kehidupan keseharian.

Bagikan

Lainnya

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.