7/25/2025
Kawan Menjadi Lawan
Mazmur 55:13-14 - "Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku."
Ada pepatah kuno yang mengatakan: “Sesunguhnya musuh utamamu adalah orang yang paling dekat dengan dirimu”. Mazmur 55 ini mengemukakan betapa Daud mengalami tekanan jiwa yang sangat berat. Apakah persoalan Daud hingga ia merasa tertekan? Rupanya ia dikhianati oleh sahabat dekatanya, orang kepercayaannya sendiri yang juga sama-sama beribadah denganya dirumah Allah (ayat 14-15). Baginya lebih mudah menerima serangan dari para musuh yang jelas-jelas adalah lawannya daripada musuh dalam selimut (ayat 13). Hal sama tentu akan kita rasakan seandainya dikhianati atau disakiti oleh orang yang dekat dengan kita.
Apakah tindakan Daud untuk mengatasi persoalannya? Apakah Daud larut dalam frustrasinya? Tidak!
Sebaliknya ia semakin tekun berseru kepada Tuhan dan itu dilakukannya terus-menerus (ay.18). Dalam keadaan tertekan Daud masih berseru: serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, makan Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah (ayat 23). Akhirnya ia pun menutup mazmur ini dengan suatu pernyataan: “tetapi aku ini tetap percaya kepada-Mu” (ayat 24).
Pengalaman seperti yang dialami Daud ini bisa saja terjadi di mana pun: di tempat kerja, di lingkungan sekitar rumah tinggal, di sekolah, atau bahkan di gereja tempat kita berjemaat. Di luar dugaan, orang-orang terdekat dapat menyakiti kita dengan segala perbuatan yang bersifat seperti musuh. Tuhan Yesus sendiri ketika ditangkap oleh musuh-musuh-Nya ditinggalkan oleh murid-murid-Nya yang telah bergaul karib dengan-Nya setiap hari, seperti tertulis: "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri." (Matius 26:56b). Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid-Nya, tega menjual Tuhan Yesus dengan tiga puluh uang perak.
Kita dapat disakiti dan dikecewakan oleh siapapun, bahkan orang terdekat kita. Ketika itu terjadi, segeralah berseru kepada-Nya. Tuhan tahu situasi yang menimpa kita. Ia memahami rasa sakit dan penderitaan yang kita alami. Satu hal yang diinginkan-Nya, yaitu setia dan bertahan di hadapan-Nya, maka Ia akan memelihara dan tidak membiarkan kita goyah. Berserahlah kepada-Nya, janganlah larut dalam kesedihan, serahkanlah semua kekuatiran kepada Tuhan. Ia akan memelihara dan memberikan kemenangan. Amin.
Pembacaan GEMA hari ini:
Roma 9:25-10:12
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Ibu Lanny dan keluarga besar yang telah di tinggal pulang mama tercinta Ibu Yohana Kwik Siok Hiang ke rumah Bapa di sorga, kiranya Tuhan memberikan kekuatan, penghiburan dan damai sejahtera yang memenuhi hati mereka dan semua rangkaian acara kedukaan dpt berjalan dgn baik.
Bagikan
Lainnya
Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah
Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.