GKMI
search

11/14/2023

Kerendahan Hati

Matius 23:11-13

Kehidupan beragama seseorang dapat dilihat melalui dua aspek yaitu praktik tradisi beragama dan juga spiritualitasnya. Praktik tradisi terdiri dari berdoa, beribadah rutin, tata cara berpakaian, memegang jabatan tertentu di tempat ibadah, dsb. Intinya, praktik tradisi adalah segala hal tata cara peribadahan yang dapat dilihat secara langsung. Sedangkan spritualitas lebih kepada kedalaman hati, batin, dan pikiran seseorang yang mendalami dan menghidupi nilai-nilai kebaikan dalam agamanya. Kedua aspek tersebut seharusnya tidak terpisah satu sama lain dalam kehidupan beragama. Masalahnya, kebanyakan orang menilai kehidupan agama seseorang hanya dari satu sisi yaitu dari praktik tradisinya saja.

Oleh karenanya, tak heran orang-orang Farisi di jaman Yesus untuk mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari masyarakat, mereka mengejar praktik tradisi namun tidak diimbangi dengan spritualitas yang baik. Praktik keagamaan orang Farisi sungguh detil dan ribet. Mereka mengenakan tali sembahyang (tefillin), yaitu kotak berisi ayat yang diikatkan di dahi dan di tangan untuk mengingatkan mereka akan hukum Tuhan setiap hari. Mereka juga mengenakan jumbai dengan benang ungu kebiruan di ujung jubah mereka yang mengingatkan mereka akan perintah Tuhan. Apakah dengan begitu praktik tradisi itu salah? Tentu tidak, praktik tradisi secara simbol-simbol tentu penting sebab kita manusia yang punya budaya seni dan simbolis. Praktik-praktik tersebut diperlukan sebagai bentuk ekspresi beribadah. Sayangnya, orang-orang farisi ini melakukannya bukan sebagai ekspresi melainkan demi mendulang kesan yang baik dan penghormatan dari orang-orang.

Yesus sungguh-sungguh mengkritik ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu. Mereka mengatasnamakan Tuhan untuk membuat hidup orang lain menjadi berat dengan berbagai aturan Taurat yang sangat ketat. Ironisnya, mereka sama sekali tidak mau menyentuh sedikit pun apa yang mereka ajarkan (3b-4).

Apa yang diinginkan Yesus? jawabannya adalah kehidupan beragama yang utuh. Yaitu praktik tradisi seiring dengan spiritualitas turut dihidupi bersama. Oleh karenanya, Yesus mengajarkan barangsiapa yang ingin menjadi yang tertinggi, yang dihormati, diakui, selayaknya ia harus menjadi seorang yang paling merendahkan diri dan melayani. Perlu kedewasaan dan kerendahhatian untuk dapat melakukan yang Yesus minta.

Renungan hari ini, mengajarkan kita kiranya menjadi orang yang benar-benar religius, bukan sekadar orang yang terlihat religius. Kiranya kita juga selalu kritis dalam menerima ajaran yang benar dan menghindari cara hidup yang salah dari orang yang mengajarkannya. Mari kita meminta kerendahhatian kepada Allah dan juga anugerah-Nya agar kita dapat mendengarkan dan menaati segala firman-Nya dengan benar.


Pembacaan GEMA hari ini:

IbraniĀ 12:14-29


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi Anugerah Day kiranya bisa jadi berkat bagi warga sekitar gereja

Bagikan

Lainnya

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.