GKMI

11/16/2022

Melayani Dengan Sungguh-Sungguh

Roma 12:11-13 - "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan"

Jika saat ini kita beroleh kesempatan dan kepercayaan untuk terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan mari kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Sering kita jumpai banyak orang Kristen yang tidak menunjukkan kesungguhannya dalam melayani Tuhan: ogah-ogahan, malas dan asal-asalan dalam melayani. Kalau sudah berkomitmen untuk melayani maka kita harus memiliki kemauan untuk melakukan pelayanan itu dengan sungguh-sungguh, seperti yang tertulis dalam firman Tuhan: "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor."

Apa yang dimaksud melayani dengan sungguh-sungguh? Sungguh-sungguh berarti bekerja dan berusaha dengan giat. Sungguh-sungguh adalah salah satu kunci meraih keberhasilan. Orang yang bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu pasti tidak menunggu sampai besok untuk apa yang bisa dikerjakan hari ini. Orang yang bersungguh-sungguh pasti berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya; sebaliknya, dengan orang yang tidak bersungguh-sungguh, mereka pasti punya seribu satu alasan untuk lari dari tanggung jawab dan menghindari tugas. Alkitab menyebut orang yang bersungguh-sungguh sebagai orang yang jahat di mata Tuhan karena telah menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Tidak bersungguh-sungguh berbicara tentang rendahnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan, atau keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya ia bisa lakukan. Hal itu bisa berwujud kemalasan, sering menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun dan tidak produktif. Mustahil kita bisa mewujudkan segala keinginan dan cita-cita jika masih melakukan hal-hal diatas. Seperti ada tertulis: "Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah." (Pengkh 10:18).

Sebuah lagu pujian yang populer beberapa tahun ini, mengingatkan kepada kita pentingnya melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Lagu “Hidup Ini Adalah Kesempatan” diciptakan pada tahun 2004 oleh alm. Pdt. Wilhelmus Latumahina saat anak sulungnya  dipanggil oleh Tuhan melalui musibah kecelakaan lalu lintas. Kemudian Beliau duduk dalam keheningan dan melakukan perenungan hidup. Dalam perenungannya dia menyadari betul bahwa ada tenggang waktu yang Tuhan beri buat kita. Artinya hidup ini ada batasnya. Tidak selamanya kita muda, kuat, jaya bahkan tidak selamanya kita hidup. Karena itu dikatakan, "Selagi ada waktu mari kita sungguh-sungguh melayani Tuhan." Amin.


Pembacaan GEMA PL hari ini:

Yeh 35-36


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi jemaat yang sakit dan sedang menjalani proses pengobatan; kiranya di dalam nama Tuhan Yesus mereka disembuhkan dan dipulihkan.

Bagikan

Lainnya