3/19/2025
Mencuri Debu
Lukas 4:6-7 - Kata Iblis kepada-Nya: ”Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
Seorang buruh bangunan hendak pulang seusai kerja. Ia mendorong sebuah kereta sorong (gerobak kecil dengan 1 roda di depan yang biasa mereka pakai untuk mengangkut adukan semen, batu bata, dsb) dan di dalam kereta itu ada sebuah kotak kecil berukuran 20x20cm. Ketika sampai di pintu luar, seorang satpam yang ditugaskan berjaga bertanya, “Apa isi kotak itu ?” Buruh itu menjawab, “Hanya remah-remah debu proyek, aku memerlukannya di rumah makanya kumasukkan ke dalam kotak dan kubawa pulang.” Tak percaya begitu saja, satpam itu berkata, “Buka kotak itu!” Ketika buruh itu membukanya, betul saja isinya remah-remah debu yang biasa disapu kemudian dibuang. “OK, jalan!” kata satpam itu.
Keesokan sorenya hal yang sama terjadi, buruh itu hendak pulang dengan kereta sorong berisi 1 kotak kecil. Kembali satpam itu minta si buruh membuka kotak itu. Isinya sama seperti kemarin, remah-remah debu. Begitu pula dengan hari ke-3 dan 4. Hari ke-5 ketika buruh itu hendak pulang satpam itu berkata, “Aku curiga 4 hari ini kamu pasti mencuri sesuatu, tapi aku tidak bisa menemukannya. Katakan kepadaku apa yang kamu curi, aku janji gak akan melaporkanmu ke atasan.” Kalo pertanyaan ini saya ajukan kepada anda, apa yang dicuri oleh buruh itu? Jawabannya adalah kereta sorongnya.
Sekilas ini kisah yang konyol. Bagaimana mungkin satpam itu tidak menyadari bahwa sebenarnya yang dicuri oleh buruh itu adalah keretanya, bukan isinya? Ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa si buruh berhasil menipu satpam itu dengan mengalihkan perhatiannya dari seharusnya kereta sorong curian yang besar kepada kotak misterius berukuran kecil. Apa yang satpam itu lakukan? Ia sibuk mencari-cari hal kecil yang sesungguhnya tak ada namun justru mengabaikan hal besar yang ada, jelas di depan mata.
Iblis berusaha menipu Yesus dengan mengalihkan perhatian-Nya dari misi Bapa yang besar dan kekal kepada hal yang kecil dan sementara. Iblis ingin menawarkan kenyamanan, popularitas dan kekuasaan ganti salib yang harus Ia pikul, penderitaan yang harus Ia tanggung demi menyelamatkan manusia berdosa. Bersyukur, Yesus dalam kapasitas sebagai manusia yang memiliki darah dan daging seperti anda dan saya tidak tertipu apalagi tergiur dengan bujuk rayunya.
Dalam menjalani hidup beriman kepada Kristus, iblis melancarkan tipuannya dengan pola yang sama. Ia berusaha mengalihkan perhatian kita dari hal besar dan kekal yang Tuhan sudah berikan sehingga kita mengabaikannya dan justru sibuk mencari hal kecil yang belum atau tidak ada. Contohnya, Tuhan berikan keluarga di dunia dan keluarga rohani yaitu komunitas gereja. Ada orang tua yang melahirkan kita, saudara kandung dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membentuk hidup kita. Melalui Connect dimana kita dapat saling berbagi, belajar dari pengalaman hidup mereka. Bagi anda anak muda, pilihlah calon pasangan hidup yang takut dan menghormati Tuhan karena ia akan menolongmu untuk menghormati Tuhan. Jangan tertipu dengan hal kecil dan sementara, arahkan hidup kita kepada hal besar, mulia dan kekal dari Tuhan.
Pembacaan GEMA hari ini:
Lukas 4:1-30
Pokok Doa:
1. Mintalah kepada Tuhan Yesus agar kebenaran dan keadilan ditegakkan ditengah negera kita dengan munculnya berbagai kasus penipuan/pemalsuan barang yang menyangkut jahat hidup orang banyak seperti BBM, Emas, Minyak Goreng, dsb.
Bagikan
Lainnya
Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah
Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.