GKMI
search

7/23/2025

Mengajarkan Berulang-Ulang

Ulangan 6:7 - “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Sebuah buku berjudul You Lost Me yang ditulis oleh David Kinnaman, memaparkan bagaimana generasi muda Kristen banyak yang meninggalkan gereja. Banyak faktor yang bisa menyebabkan itu semua itu terjadi, tapi salah satu faktor vital yang seringkali terabaikan adalah pengajaran di dalam keluarga. Pada hakekatnya, Allah menghendaki orang percaya mengenal dan hidup bagi-Nya dari generasi ke generasi.

Mari kita perhatikan firman Tuhan kita hari ini, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…” Frasa “mengajarkan berulang-ulang” secara literal berarti mempertajam atau mengasah. Selain itu, frasa ini bisa diartikan bukan sekadar pengajaran berulang-ulang tetapi suatu pengajaran konstan yang memberikan efek mendalam kepada anak-anak. Ini bukan tafsiran rumit. Pengertiannya sangat jelas sekali sebagai suatu bentuk tanggung jawab yang Allah berikan kepada para orangtua Israel.

Pengajaran ini mencakup berbagai sisi kehidupan: “membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Jadi di setiap kondisi, mereka diajarkan untuk memahami siapa Allah. Dalam setiap keadaan, mereka diajarkan mengerti akan campur tangan Allah. Ke mana pun melangkah, mereka tidak melupakan Allah.

Coba perhatikan ayat 20-25 yang menjelaskan anak-anak Israel haruslah mendengar tentang karya Allah melalui kehidupan generasi-generasi sebelumnya. Pola pengajaran yang Allah terapkan adalah dari keluarga menuju dunia. Allah memulainya dari lingkaran terdalam. Dari keluarga yang dipilih Allah ke keturunan selanjutnya, generasi demi generasi menjadi berkat.

Ini satu perintah penting dari Tuhan: janganlah memandang sepele pendidikan bagi anak-anak kita di dalam Tuhan. Banyak hal kita anggap penting untuk anak-anak kita, tetapi yang terpenting adalah iman mereka. Jangan pernah merasa lelah mendidik mereka untuk takut kepada Tuhan. Jangan katakan, “Saya tidak ada waktu untuk itu.” Allah begitu serius dengan pengajaran firman Tuhan kepada anak-anak, tetapi itu tidak bisa dimulai kalau diri kita sendiri tidak memahaminya dengan benar. Tongkat estafet iman kepada Tuhan Yesus Kristus jangan terputus di tangan kita, tetapi kita harus melanjutkannya ke generasi-generasi berikutnya. Amin.


Pembacaan GEMA hari ini:

Roma 8:24-39


Pokok Doa:

1. Berdoa bagi proses pemilihan Majelis GKMI Anugerah periode 2026-2028, kiranya berjalan dgn baik dan lancar serta terpilih para pelayan yg memberi diri melayani Tuhan.

Bagikan

Lainnya

Subscribe ke Renungan Harian GKMI Anugerah

Dapatkan panduan pertumbuhan iman harian dari GKMI Anugerah di WhatsApp Anda.